Firman Tuhan : Zakharia 11:1-4 (Oleh Pdt. Rasgo Porayouw)

Firman Tuhan saat ini berbicara tentang dua negara yaitu Libanon (1) dan Israel (Sungai Yordan di Israel, 3). Ada 3 macam pohon dalam Libanon yaitu Pohon Aras, Pohon Tarbantin dan Pohon Sanobar. Ketiga pohon itu akan hancur dan rata dengan tanah.  Pohon membuat situasi/keadaan/tempat menjadi indah. Bila Tuhan mengatakan bahwa pohon Aras, pohon Tarbantin dan Sanobar akan hancur dapat diartikan bahwa kemasyuran negara Libanon akan hilang. Beberapa puluh tahun yang lalu Libanon pernah mendapat julukan pusat perbankan negara Arab  bahkan pernah disebut sebagai parisnya timur tengah.

 

Mungkin kita bertanya asal muasal negara Libanon ? Setelah masa air bah selesai di zaman Nuh, keturunan manusia dimulai dari keluarga Sem, Ham dan Yafet. Keturunan Nuh tinggal di Babel (Irak saat ini). Waktu berjalan dan keturunan dari mereka hendak membangun kota dan menara Babel yang sangat besar. Tuhan lalu mengacaukan bahasa mereka agar rencana tersebut tidak terwujud. Keturunan Ham, ada yang bernama Kanaan (Kejadian 10:6). Suku ini lalu pindah ke tepi Laut Tengah sebelah timur dan bangsa Yunani menyebutnya Felicia tetapi Allah menyebutnya Libanon. Bangsa Israel sendiri berasal dari Keturunan Set.

Nubuatan Zakaria cukup menakutkan karena kemegahan dan keindahan Libanon akan hilang. Hal ini dapat dibaca dari tulisan alkitab yaitu para gembala meratap sedih dan singa-singa mengaum.  Singa-singa mengaum (marah) mengarah kepada suku Yehuda.  (Kejadian 49:1,8-9). Saat itu Yakub memberi pesan-pesan terakhir dan kepada Yehuda, ia akan menekan semua musuh dan dianggap seperti anak singa. Nubuat ini dapat diartikan bahwa suatu saat akan pecah perang antara Libanon dengan Israel. Di tahun 2006 pernah pecah perang antara Libanon dan Israel dan akan terjadi kembali di masa akan datang.


Dalam ayat 4, Tuhan meminta agar menggembalakan domba-domba sembelihan. Ini artinya walaupun bangsa Israel memiliki berkat Abraham, mereka tetap membutuhkan keselamatan. Lukas 19:1-10, Ketika Yesus berada di kota Yerikho ia bertemu dengan Zakheus. Yesus lalu memberi 2 pernyataan yaitu :
1. Orang ini pun anak Abraham (9).
Pernyataan ini dapat dimaksudkan bahwa Zakheus juga memperoleh berkat Abraham. Berbicara berkat, sangat luas maknanya, misalnya matahari masih bersinar atau hujan masih turun. Hal tersebut juga merupakan berkat Tuhan. Dari perkataan Yesus terhadap Zakheus, dapat diambil kesimpulan bahwa ada berkat khusus yang diberikan Tuhan kepada Abraham dan keturunannya. Berkat khusus tersebut adalah :
a. 10 kali lebih cerdas dari semua ahli/pakar yang ada  (Daniel 1:20).
b. Bangsa Yahudi akan terluput dari kesesakan yang besar dan pengetahuan orang Israel akan bertambah (Daniel 12:1,4)

Dalam Matius 5:13-14, Ketika Yesus berada di tengah-tengah orang Yahudi, Yesus mengatakan bahwa mereka adalah garam dan terang dunia. dapat diartikan bahwa orang Yahudi dibutuhkan dunia. Berkat Abraham yang dimiliki orang Yahudi dibutuhkan oleh dunia. Walaupun mereka keras kepala, tegar tengkuk bahkan sebagian dari mereka menolak Yesus, mereka tetap dibutuhkan dunia. Buktinya, Yusuf dalam kitab Kejadian diangkat menjadi pejabat tinggi oleh Firaun. Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednego mereka diangkat menjadi penasehat karena kecerdasan mereka. Daniel diangkat menjadi pejabat tinggi oleh raja Persia. Sampai saat ini pun bangsa Israel dibutuhkan di dunia. Albert Einstein merupakan keturunan Yahudi. Penemu obat Leukimia juga berasal dari Yahudi. BIll Gate penemu microsoft adalah keturunan Yahudi. Sebagian penemuan-penemuan mutahir ditemukan dari orang Yahudi dan dunia tidak bisa membantahnya. Zakheus walaupun orangnya pendek tetapi menjadi kepala pajak di Romawi. Dapat diartikan pula bahwa Zakehus dibutuhkan karena kecerdasan yang dimilikinya.

2. Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang (ayat 10).
Sekalipun Zakheus mempunyai berkat Abraham, dia juga membutuhkan keselamatan.

Kecerdasan yang dimiliki bangsa Israel tidak dapat menyelamatkan mereka, hanya Yesus yang bisa menyelamatkan mereka. Begitu juga dengan kita. Kecerdasan, harta dan kepintaran yang kita miliki tidak bisa menyelamatkan kita, tetapi hanya Yesus yang bisa menyelamatkan kita.

Share
comments