Selamat Datang di GPdI Cikarang

Gereja yang terletak di bagian utara kota Cikarang ini hadir untuk melayani jiwa-jiwa yang haus akan Tuhan. Jumlah Kepala Keluarga yang dilayani sekitar 50 KK dan digembalakan oleh Pdt. Yohanes Limuria.

 

 

 

Firman Tuhan : 130:1-7 (Oleh Pdt. Yohanes Limuria).

Jurang adalah tempat yang tidak mengenakkan. tidak sedikit dari kita berada dalam jurang permasalahan. Hal ini adalah kejadian alami yang dialami setiap orang dan tidak terkecuali juga yang dialami oleh Daud. Ketika kita berada dalam jurang kesesakkan, kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Dalam keadaan yang demikian kita sering bertanya-tanya dan mulai menyalahkan keadaan bahkan menyalahkan orang lain.

Bagaimana agar kita bisa terbebas dari jurang masalah kita ? Ada beberapa hal yang dilakukan Daud untuk bisa keluar dari masalah dan jurang kesesakkannya yaitu :
1.Daud berseru dengan iman dan berdoa.
Mazmur 130 1-2, "Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku". Daud merendahkan hati dan menghampiri Tuhan dengan berdoa dengan sungguh-sungguh. Bila saat ini kita sedang dalam keadaan penuh masalah, mari datang kepada Tuhan dan berseru kepada-Nya (Mazmur 50:15). Tuhan siap mendengar dan menolong setiap permasalahan yang kita alami.

2. Daud berani mengoreksi diri
Mazmur 130:3-4, "Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.Daud mengetahui kesalahan yang dia perbuat dan dia mengoreksi diri. Bila dihari-hari yang lalu kita telah jauh dan telah berbuat salah, mari koreksi diri dan mengakui kesalahan dihadapan Tuhan. Daud mengetahui bahwa hanya kepada Tuhan saja ada pengampunan sehingga Daud bisa merasakan kasih dan kebaikan Tuhan.1 Yohanes 1:9, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan".

3. Daud menanti-nantikan Tuhan
Mazmur 130:5-6, "Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi."Daud rindu menantikan Tuhan sampai dua kali ia mengumpamakan seperti pengawal mengharapkan pagi hari. Bila satpam jaga malam, inginnya cepat berganti hari agar tugasnya selesai begitu juga Daud yang menantikan Tuhan.Mazmur 119:50

4. Daud tetap berharap dan bersabar menantikan waktunya Tuhan
Mazmur 130:7, "Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan."Abraham tetap sabar menantikan janji Tuhan meskipun Sara sempat goyah. Sekalipun kulitnya sudah keriput dan usianya sudah bertambah, ia tetap sabar menantikan waktu Tuhan. Nantikanlah waktu Tuhan sebab waktu-Nya adalah yang terbaik. Banyak orang tidak sabar dan akhirnya mengambil jalan keluar sendiri.

Daud tahu berseru kepada Tuhan, mengoreksi diri, menanti-nantikan Tuhan dan tetap berharap dan sabar akan waktu dan janjinya Tuhan.

Share
comments