Selamat Datang di GPdI Cikarang

Gereja yang terletak di bagian utara kota Cikarang ini hadir untuk melayani jiwa-jiwa yang haus akan Tuhan. Jumlah Kepala Keluarga yang dilayani sekitar 50 KK dan digembalakan oleh Pdt. Yohanes Limuria.

 

 

 

Firman Tuhan :1 Korintus 7:32a
(Pelayan Firman : Pdt. Rasgo Porayouw)

Kita diminta untuk hidup tanpa kekuatiran tetapi ternyata tidak mudah hidup tanpa kekuatiran. Rasa kekuatiran bisa muncul sewaktu-waktu tanpa diundang. Apa yang kita dengar, yang kita lihat dan yang sedang kita alami bisa memunculkan kekuatiran.

Penyakit kekuatiran kedengarannya sepele tetapi mempunyai daya hancur yang luar biasa apabila tidak diredam. Misalnya ada orang yang awalnya memiliki sikap baik tetapi karena kekuatiran membuat orang tersebut menjadi beringas bahkan ada yang bunuh diri.
 Tuhan meminta agar kita hidup tanpa kekuatiran sekalipun memang tidak mudah.  Bukan tidak mungkin di tahun yang akan datang, kekuatiran tidak muncul apalagi di Mazmur 46:7, " Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur."
Ayat ini menyampaikan bahwa suatu kali waktu bumi ini akan hancur dengan suara Tuhan. Apa yang dinubuatkan Pemazmur, akan digenapkan pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali. Sebagaimana Tuhan menciptkan alam semesta dengan bersuara, rupanya nanti ketika dunia akan dilenyapkan melalui suara Tuhan. Mungkin kita bertanya mengapa Allah ingin menghancurkan langit dan bumi ? Allah menciptakan langit dan bumi bukan untuk dilenyapkan.
Pada waktu itu hanya ada Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Bumi belum ada, malaikat pun juga belum ada. Lalu Allah ingin mempunyai kerajaan, dan sehubungan dengan keinginan-Nya tersebut, dibentuklah malaikat, langit dan bumi serta segala isinya termasuk juga menciptakan manusia. Ketika Adam dan Hawa berbuat dosa, maka dibumi pun sudah ada dosa sementara Allah tidak bisa bersatu dengan dosa sehingga Allah berencana untuk melenyapkan terlebih dahulu langit dan bumi yang lama dan akan menggantikannya dengan langit dan bumi dan baru.

Sebelum langit dan bumi dilenyapkan oleh suara Tuhan,  ada peristiwa-peristiwa yang terjadi terlebih dahulu yaitu :
1. akan terjadi goncangan alam atau gempa bumi (Mazmur 46: 3, " sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut"). Di tahun yang akan datang, kita akan menghadapi goncangan alam dan peristiwa itu akan membuat banyak orang mengalami kekuatiran.
2.Bangsa-bangsa ribut atau goncangan ekonomi. (Mazmur 46:7," Bangsa-bangsa ribut"). Goncangan ekonomi bukan tidak mungkin akan membuat banyak orang mengalami kekuatiran.
3. Kerajaan-kerajaan goncang atau akan terjadi goncangan politik. (Mazmur 46:7,"kerajaan-kerajaan goncang") Goncangan politik ini bukan tidak mungkin akan membuat orang menjadi kuatir.

Dalam Kisah Para Rasul 5:33, di hadapan para pejabat agama Yahudi, Petrus berkotbah dan membuat hati para pejabat agama tersebut tertusuk dan berkeinginan untuk membunuh rasul-rasul. Suasana yang mencekam karena orang-orang di dalam ruangan sudah dikuasai nafsu membunuh,tiba-tiba berdirilah seorang farisi dan ahli taurat / guru besar ilmu hukum taurat, pejabat di mahkamah agama bernama Gamaliel. Ia meminta untuk mengusir orang-orang yang tidak berkepentingan untuk keluar sebentar dan setelah itu ia meminta agar mempertimbangkan kembali keinginan pejabat agama Yahudi untuk membunuh rasul-rasul. Gamaliel sadar bahwa bila nasehatnya tidak ditunjang dengan dua bukti maka nasehatnya tidak mempunyai kekuatan hukum. Lalu Gamaliel memberi dua contoh yaitu Teudas yang mempunyai banyak pengikut, dibunuh lalu cerai berai pengikutnya. Begitu juga contoh Yudas yang mempunyai banyak pengikut kemudian dia dibunuh dan cerai berai pengikutnya. Lalu Gamaliel meminta untuk membiarkan rasul rasul tersebut sebab bila perbuatan rasul berasal dari manusia, akan lenyap seperti Teudas dan Yudas, bila perbuatan itu berasal dari Allah, maka tidak dapat dilenyapkan. Atas usul Gamaliel ini diterima oleh para pejabat agama Yahudi. Maksud dari Gamaliel bahwa yang berasal dari Allah tidak dapat dilenyapkan oleh siapapun atau apapun.
Menghadapi goncangan yang ada, kita diminta untuk berpegang kepada yang tak tergoncangkan dan yang tak dapat dilenyapkan yaitu yang berasal dari Allah.

Share
comments